Mitos dan Fakta Tentang Uban

Mitos dan Fakta Tentang Uban – Munculnya uban pasti membuat siapa pun, terutama wanita, resah. Sebelum menghalalkan segala cara untuk membuat rambut hitam kembali, pahamilah mitos dan fakta tentang rambut putih ini. Sebagian besar orang menganggap uban identik dengan usia tua. Namun coba lihat sekitar kita, banyak orang yang masih muda tetapi sudah ubanan. Umumnya kemunculan si rambut putih membuat kesal, khawatir, dan membuat kurang percaya diri. Sebelum melakukan langkah-langkah untuk mencegah atau menghilangkan uban, ada baiknya kita mengetahui fakta-fakta dan mitos seputar uban. Belum tentu mitos tentang tumbuhnya uban yang sering anda dengar itu benar.

  • Mencabut Sehelai Uban Memicu Tumbuhnya Uban Lebih Banyak
    Mitos ini tidak benar sama sekali. Uban tumbuh folikel demi folikel. Bila mencabut sehelai uban, rambut tersebut akan digantikan dengan uban baru dari folikel yang sama. Menurut ahli dermatologi, proses tumbuhnya uban tidak dapat dihentikan dan tidak menyebabkan proses tumbuhnya bertambah cepat.
  • Rambut Dapat Kembali ke Warna Asal Walau Telah Beruban
    Ketika folikel rambut mulai memproduksi rambut putih, jarang yang kemudian menghasilkan rambut seperti semula kembali. Walau demikian ada beberapa pengecualian. Rambut dapat beruban sementara bila mengalami gangguan kelenjar endokrin, kekurangan gizi, menderita cedera atau penyakit pada sistem saraf, atau mengalami gangguan sistem kekebalan (penyakit autoimun). Walau demikian, rambut yang sama (uban) tidak akan kembali ke warna aslinya.
  • Uban Usia Dini Dapat Dicegah
    Tak seorang pun mampu memprediksi munculnya uban, begitu pula ahli medis. Setiap manusia punya waktu berbeda kapan tepatnya ia akan beruban. Rata-rata manusia mulai beruban ketika berusia 40 tahun atau lebih. Cepat atau lambatnya pertumbuhan uban juga bisa dipicu penyakit kelainan genetik yang disebabkan berbagai faktor. Uban tidak bisa dicegah, tetapi bisa diperlambat dengan menggunakan tonikum, moisturizing serum, dan ekstra nutrisi secara intensif pada akar dan batang rambut.
  • Pewarnaan dan Pelurusan Menyebabkan Rambut Beruban
    Zat peroksida, baik dari senyawa hidrogen atau alkalin yang biasa terdapat dalam produk pewarna rambut, hanya akan menyerang permukaan, lapisan kutikula, bagian luar (korteks), dan bagian dalam (medula) rambut. Walau berpengaruh terhadap elastisitas rambut, peroksida tidak mengganggu kerja produksi melanin. Artinya, pigmen rambut tetap akan bekerja memproduksi zat warna rambut seperti biasa, sampai saatnya ia melemah dan berhenti dengan sendirinya. Begitu juga dengan produk rambut lainnya. Sistem kerjanya tidak berhubungan dengan siklus pertumbuhan uban.
  • Makanan Olahan, Cepat Saji dan yang Diawetkan Berisiko Mempercepat Tumbuhnya Uban
    Penyebab timbulnya uban secara prematur memang belum tuntas diselidiki. Namun makanan olahan yang mengandung bahan pengawet atau yang dibiakkan dari hasil rekayasa teknologi hormonal bisa mengganggu metabolism. Hal inilah yang akan mempengaruhi sirkulasi oksigen dan nutrisi ke jaringan kulit kepala. Padahal oksigen dan nutrisi berfungsi menyokong kerja melanin di sel-sel rambut.
  • Setiap Orang Berisiko Terkena Uban Lebih Cepat
    Hingga saat ini belum ada penelitian yang bisa memastikan penyebab munculnya uban prematur. Namun bila kelenjar rambut terganggu dan folikel rambut berhenti memproduksi melanin alias tidak menghasilkan pigmen, bisa dipastikan rambut akan memutih dengan sendirinya. Diagnosa medis sementara yang mungkin bisa dijadikan pedoman adalah fakta bahwa uban tidak akan tumbuh tanpa sebab. Kelainan genetikl, kekurangan gizi, berkurangnya sel yang memproduksi pigmen melanin, faktor bawaan, atau pernah mengalami penyakit tertentu bisa menjadi penyebab utama tumbuhnya uban lebih cepat.
  • Makin Sering Ditutupi, Uban Semakin Banyak
    Sebaiknya semir uban 2 bulan sekali. Setelah 60 hari akar rambut yang baru biasanya akan mulai terlihat mata. Jika mengganggu penampilan, lakukan pewarnaan secara berkala. Periode ini juga berguna untuk memberi jeda pada permukaan kulit supaya kondisi akar rambut kembali normal. Menutup uban dengan topi hanya berfungsi untuk menangkal efek buruk sinar matahari. Uban tidak akan menjadi lebih buruk atau bertambah banyak. Namun warna rambut perlahan-lahan akan memudar.
  • Penanaman Rambut Bisa Mencegah Uban
    Penelitian terakhir menunjukkan bahwa, hair multiplication atau penanaman rambut bukan solusi untuk mengatasi uban. Namun, bila jumlah rambut sehat yang ditanam lebih banyak, otomatis sel rambut baru ini bisa menutupi dan menyamarkan uban. Proses ini bekerja dengan mengembangbiakkan sel folikel rambut yang sehat (dan tidak beruban) di laboratorium khusus dan sampai sekarang masih terus dikembangkan. Meski terbilang revolusioner, teknik ini masih perlu penyempurnaan dan kemungkinan baru layak digunakan beberapa tahun yang akan datang.
  • Peristiwa Mengejutkan Dapat Menimbulkan Uban
    Ada yang menganggap jika seseorang mendengar atau mengalami peristiwa mengejutkan, ini akan memicu dan mempercepat tumbuhnya uban. Ini tidak mungkin terjadi. Rambut yang yang sudah ada tidak akan berubah menjadi uban. Uban hanya tumbuh ketika rambut yang berwarna rontok, lalu digantikan dengan rambut putih dari folikel atau kantung rambut yang sama.

Nah, itulah beberapa mitos dan fakta tentang uban. Semoga menambah pengetahuan anda tentang bagaimana merawat rambut serta menyikapi tumbuhnya uban.